Dapur merupakan salah satu pendukung penting fungsi sebuah rumah. Dari ruangan inilah, kebutuhan makan dan minum penghuni rumah dipasok. Karena itu sangat penting merancang dapur agar aman dan nyaman, termasuk lantai dapur.
Banyak ragam keramik yang dijual di pasaran, namun tentu tidak semuanya cocok untuk dipergunakan di lantai dapur. Suatu jenis keramik yang halus, mengilap dan indah cocok untuk ruang tamu, tapi belum tentu cocok untuk lantai dapur.
Saat memilih keramik untuk lantai dapur, Anda tidak bisa hanya memperhatikan aspek estetika semata. Jangan lupakan satu hal yang lebih penting, yaitu faktor keamanan. Kegiatan di dapur seperti memasak dan mempersiapkan makanan menuntut Anda untuk mondar-mandiri di area tersebut. Lantai dapur yang licin karena tumpahan air atau cipratan minyak bisa berisiko membuat Anda terpeleset.
Memilih Keramik Lantai Dapur
Selain aspek estetika dan disain, sebaiknya Anda juga mempertimbangkan faktor keamanan dan kenyamanan saat memilih keramik untuk lantai dapur. Berikut ini beberapa hal penting yang sebaiknya Anda perhatikan.
Tips Menjaga Kebersihan Lantai Dapur
Jika keramik telah terpasang rapi di dapur, kini saatnya Anda mulai beraksi di dapur. Tentu saja Anda tetap harus menjaga kebersihan dan kerapihan dapur, termasuk lantainya.
Berikut beberapa tips yang dapat Anda terapkan untuk menjaga kebersihan lantai dapur Anda.
Desain Warna Keramik untuk Lantai Dapur
Tidak semua jenis keramik tepat di letakkan didapur rumah Anda, keramik yang indah diletakkan diruang tamu belum tentu bagus untuk dapur rumah. Keramik untuk lantai dapur yang tepat adalah yang memiliki kriteria perawatan yang mudah, karena didalam dapur kita sering bolak balik sehingga tidak baik jika memakai keramik licin seperti keramik untuk ruang tamu contohnya.
Jenis keramik untuk lantai biasanya dibagi dalam tiga jenis, yakni polos, embossed yaitu keramik yang memiliki tekstur tidak rata, dan dekoratif dengan tampilan yang memiliki corak tersendiri. Jenis keramik di atas tentunya Anda tahu yang mana bisa dipilih untuk membuat tampilan dapur Anda aman dan terlihat bersih.
Berikut ini beberapa ajuran memilih keramik untuk lantai dapur.
Desain, warna, dan tampilan permukaan memang menjadi pertimbangan dalam membangun dapur. Namun, jangan lupakan peran lantai dapur. Pasalnya, tampilan lantai dapur yang menarik akan memberikan kenyamanan dan daya tahan yang Anda butuhkan. Berikut ini pilihan material lantai dapur yang bisa Anda pertimbangkan untuk diaplikasikan sebagai lantai dapur.
Batuan Alam
Lantai jenis ini akan tahan lama dan mudah dibersihkan. Selain itu, bebatuan menawarkan penampilan yang cocok untuk hampir semua dekorasi dapur. Anda bisa memilih batu dengan potongan besar untuk menciptakan tampilan yang lebih halus dengan garis yang lebih sedikit.
Sementara itu, pihak yang kontra menilai material ini membutuhkan dana besar. Pasalnya, Anda membutuhkan dasar lantai yang kuat guna mengerjakan hal yang Anda inginkan. Batu juga mengeluarkan dingin dan ini bisa menjadi tidak nyaman jika Anda berdiri terlalu lama. (Salah satu solusi Anda bisa menempatkan alas empuk di lantai, di tempat di mana Anda paling sering berdiri untuk mengurangi kelelahan kaki dan kaki).
Linoleum (bahan pelapis lantai dari minyak biji flax)
Bahan ini mudah dibersihkan dan tersedia dalam lembaran atau ubin dalam berbagai warna.
Vinyl
Bahan ini termasuk murah dan memiliki berbagai pilihan. Teknologi terbaru vinyl terus berkembang dan meniru tampilan batu, kayu, genteng, dan kulit. Selain itu, material ini mudah dibersihkan dan lembut untuk telapak kaki.
Ubin keramik
Untuk kategori ini, ada berbagai pilihan yang tahan lama. Pilih ubin dengan potongan besar jika Anda ingin tampilan yang lebih halus. Keramik bisa menjadi tidak nyaman untuk kaki. Pasalnya, keramik dapat menjadi dingin dan membuat kaki tidak nyaman jika Anda berdiri untuk jangka waktu panjang.
Kayu
Pengembangan produk membuat kayu bisa menjadi material untuk lantai dapur. Ini tentunya menjadi kabar baik untuk pemilik rumah yang ingin gaya lantai terbuka, yang ingin menggunakan bahan lantai yang sama dengan ruang di sebelahnya. Selain itu, kayu memberikan nuansa keabadian dan kehangatan yang sesuai dengan gaya apa pun.
Membersihkan Dapur
Dapur adalah bagian rumah yang paling cepat dan paling sering kotor. Berbagai noda dari masakan atau tumpahan-tumpahan lain sering membuat dapur menjadi mudah kusam, kotor, dan tampak tua. Solusinya, tentu kita harus sering-sering membersihkannya setelah menggunakan dapur, terutama lantainya.
Minimal, Anda harus menyapu lantai dapur Anda sekali sehari dan mengepelnya dua hari sekali. Tapi, jika lantai dapur Anda begitu mudahnya kotor, tentu harus segera disapu dan dipel. Buanglah sampah dapur begitu Anda selesai menyapu.
Beberapa jenis bahan makanan akan menjadi sulit dibersihkan manakala terjatuh dan tumpah di lantai, seperti kopi, soda, minyak, karamel, dan sebagainya. Coba ambil seember air hangat, lalu tambahkan pemutih pakaian. Gosok dengan kain atau busa pel hingga kembali bersih.
Jika terdapat lecet pada lantai dapur Anda, gunakan karet penghapus pensil untuk membersihkannya. Atau, jika itu tidak berhasil, gunakan cuka yang dicampur dengan air suling. Beberapa pembersih lantai memang tidak butuh dibilas atau diulang mengepelnya. Tapi, kadang-kadang lantai dapur malah menjadi licin. Bilaslah pel Anda dengan menggunakan air tawar atau air biasa.
Agar Dapur Tidak Licin Lagi
Setelah memasak makanan yang bersantan atau berminyak, seringkali lantai dapur kita jadi licin atau buram. Walau pun sudah dipel secara diulang tapi lantai tetap saja licin. Untuk membersihkannya, anda dapat mengikuti tips berikut ini.
Siapkan campuran air dengan jeruk nipis (satu gelas air dicampur perasan jeruk nipis untuk 1 m2 lantai) Percikkan campuran tersebut ke lantai, kemudian laplah dengan lap basah. Setelah itu, pel lantai dengan air biasa. Lantai dapur anda akan bersih kembali.
Tips Mengilapkan Lantai
Ingin lantai anda licin dan mengkilap? Ikuti cara berikut ini. Sediakan seember air hangat, tambahkan cairan pembersih lantai. Air hangat membuat lantai menjadi lebih memudahkan kita mengepel karena
menghilangkan noda, lantai pun jadi bersih, licin, dan mengilap.
Banyak ragam keramik yang dijual di pasaran, namun tentu tidak semuanya cocok untuk dipergunakan di lantai dapur. Suatu jenis keramik yang halus, mengilap dan indah cocok untuk ruang tamu, tapi belum tentu cocok untuk lantai dapur.
Saat memilih keramik untuk lantai dapur, Anda tidak bisa hanya memperhatikan aspek estetika semata. Jangan lupakan satu hal yang lebih penting, yaitu faktor keamanan. Kegiatan di dapur seperti memasak dan mempersiapkan makanan menuntut Anda untuk mondar-mandiri di area tersebut. Lantai dapur yang licin karena tumpahan air atau cipratan minyak bisa berisiko membuat Anda terpeleset.
Memilih Keramik Lantai Dapur
Selain aspek estetika dan disain, sebaiknya Anda juga mempertimbangkan faktor keamanan dan kenyamanan saat memilih keramik untuk lantai dapur. Berikut ini beberapa hal penting yang sebaiknya Anda perhatikan.
- Pilih keramik yang tidak licin. Karena itu biasanya keramik lantai dapur berbeda dengan ruangan lainnya.
- Pilih keramik yang berwarna terang agar kotoran mudah terlihat. Lantai dapur yang kotor berpotensi mengundang kuman penyakit.
- Jika Anda memilih keramik lantai dapur berwarna gelap, misalnya cokelat atau hitam, usahakan pemasangannya dengan kombinasi warna terang sehingga kesan bersih masih tetap terasa.
- Hindari merancang lantai dapur berundak kecil karena berisiko membahayakan.
- Untuk memberi kesan lapang, Anda bisa merancang pemasangan lantai dapur secara menyerong.
- Pilih keramik yang mudah dibersihkan. Tujuannya agar sisa-sisa sampah dapur tidak menempel di permukaan keramik.
Tips Menjaga Kebersihan Lantai Dapur
Jika keramik telah terpasang rapi di dapur, kini saatnya Anda mulai beraksi di dapur. Tentu saja Anda tetap harus menjaga kebersihan dan kerapihan dapur, termasuk lantainya.
Berikut beberapa tips yang dapat Anda terapkan untuk menjaga kebersihan lantai dapur Anda.
- Biasakan menyapu dan mengepel lantai dapur Anda. Hal ini untuk menghindarkan debu dan kotoran menempel di permukaannya. Tidak itu saja, lantai yang kotor menjadi sumber awal penyebaran penyakit.
- Segera bersihkan lantai dapur setelah digunakan. Jangan menunda lama karena kotoran dapat menempel dan mengotori lantai dapur Anda.
- Cipratan minyak tidak bisa dibersihkan hanya dengan air saja. Minyak tidak bisa hilang, bahkan menyebabkan lantai menjadi licin.
- Gunakan cairan pembersih lantai untuk membersihkan lantai dapur Anda. Wangi cairan pembersih juga dapat membantu menyegarkan dan membuat Anda betah berada di dapur.
Desain Warna Keramik untuk Lantai Dapur
Tidak semua jenis keramik tepat di letakkan didapur rumah Anda, keramik yang indah diletakkan diruang tamu belum tentu bagus untuk dapur rumah. Keramik untuk lantai dapur yang tepat adalah yang memiliki kriteria perawatan yang mudah, karena didalam dapur kita sering bolak balik sehingga tidak baik jika memakai keramik licin seperti keramik untuk ruang tamu contohnya.
Jenis keramik untuk lantai biasanya dibagi dalam tiga jenis, yakni polos, embossed yaitu keramik yang memiliki tekstur tidak rata, dan dekoratif dengan tampilan yang memiliki corak tersendiri. Jenis keramik di atas tentunya Anda tahu yang mana bisa dipilih untuk membuat tampilan dapur Anda aman dan terlihat bersih.
Berikut ini beberapa ajuran memilih keramik untuk lantai dapur.
- Pilih keramik buat dapur yang tidak licin, sebaiknya berbeda dgn lantai ruangan lainnya.
- Pilih warna kemarik untuk dapur yang terang supaya kotoran mudah terlihatan.
- Jika suka warna keramik yang gelap, misalnya coklat atau hitam, baiknya pemasangannya dikombinasikan antara gelap dan terang, agar kesan terang tetap masih terasa.
- Agar terkesan lapang, Anda bisa merancang pemasangan lantai dapur secara menyerong.
- Terakhir, Pilihlah keramik yang mudah dibersihkan.
Desain, warna, dan tampilan permukaan memang menjadi pertimbangan dalam membangun dapur. Namun, jangan lupakan peran lantai dapur. Pasalnya, tampilan lantai dapur yang menarik akan memberikan kenyamanan dan daya tahan yang Anda butuhkan. Berikut ini pilihan material lantai dapur yang bisa Anda pertimbangkan untuk diaplikasikan sebagai lantai dapur.
Batuan Alam
Lantai jenis ini akan tahan lama dan mudah dibersihkan. Selain itu, bebatuan menawarkan penampilan yang cocok untuk hampir semua dekorasi dapur. Anda bisa memilih batu dengan potongan besar untuk menciptakan tampilan yang lebih halus dengan garis yang lebih sedikit.
Sementara itu, pihak yang kontra menilai material ini membutuhkan dana besar. Pasalnya, Anda membutuhkan dasar lantai yang kuat guna mengerjakan hal yang Anda inginkan. Batu juga mengeluarkan dingin dan ini bisa menjadi tidak nyaman jika Anda berdiri terlalu lama. (Salah satu solusi Anda bisa menempatkan alas empuk di lantai, di tempat di mana Anda paling sering berdiri untuk mengurangi kelelahan kaki dan kaki).
Linoleum (bahan pelapis lantai dari minyak biji flax)
Bahan ini mudah dibersihkan dan tersedia dalam lembaran atau ubin dalam berbagai warna.
Vinyl
Bahan ini termasuk murah dan memiliki berbagai pilihan. Teknologi terbaru vinyl terus berkembang dan meniru tampilan batu, kayu, genteng, dan kulit. Selain itu, material ini mudah dibersihkan dan lembut untuk telapak kaki.
Ubin keramik
Untuk kategori ini, ada berbagai pilihan yang tahan lama. Pilih ubin dengan potongan besar jika Anda ingin tampilan yang lebih halus. Keramik bisa menjadi tidak nyaman untuk kaki. Pasalnya, keramik dapat menjadi dingin dan membuat kaki tidak nyaman jika Anda berdiri untuk jangka waktu panjang.
Kayu
Pengembangan produk membuat kayu bisa menjadi material untuk lantai dapur. Ini tentunya menjadi kabar baik untuk pemilik rumah yang ingin gaya lantai terbuka, yang ingin menggunakan bahan lantai yang sama dengan ruang di sebelahnya. Selain itu, kayu memberikan nuansa keabadian dan kehangatan yang sesuai dengan gaya apa pun.
Membersihkan Dapur
Dapur adalah bagian rumah yang paling cepat dan paling sering kotor. Berbagai noda dari masakan atau tumpahan-tumpahan lain sering membuat dapur menjadi mudah kusam, kotor, dan tampak tua. Solusinya, tentu kita harus sering-sering membersihkannya setelah menggunakan dapur, terutama lantainya.
Minimal, Anda harus menyapu lantai dapur Anda sekali sehari dan mengepelnya dua hari sekali. Tapi, jika lantai dapur Anda begitu mudahnya kotor, tentu harus segera disapu dan dipel. Buanglah sampah dapur begitu Anda selesai menyapu.
Beberapa jenis bahan makanan akan menjadi sulit dibersihkan manakala terjatuh dan tumpah di lantai, seperti kopi, soda, minyak, karamel, dan sebagainya. Coba ambil seember air hangat, lalu tambahkan pemutih pakaian. Gosok dengan kain atau busa pel hingga kembali bersih.
Jika terdapat lecet pada lantai dapur Anda, gunakan karet penghapus pensil untuk membersihkannya. Atau, jika itu tidak berhasil, gunakan cuka yang dicampur dengan air suling. Beberapa pembersih lantai memang tidak butuh dibilas atau diulang mengepelnya. Tapi, kadang-kadang lantai dapur malah menjadi licin. Bilaslah pel Anda dengan menggunakan air tawar atau air biasa.
Agar Dapur Tidak Licin Lagi
Setelah memasak makanan yang bersantan atau berminyak, seringkali lantai dapur kita jadi licin atau buram. Walau pun sudah dipel secara diulang tapi lantai tetap saja licin. Untuk membersihkannya, anda dapat mengikuti tips berikut ini.
Siapkan campuran air dengan jeruk nipis (satu gelas air dicampur perasan jeruk nipis untuk 1 m2 lantai) Percikkan campuran tersebut ke lantai, kemudian laplah dengan lap basah. Setelah itu, pel lantai dengan air biasa. Lantai dapur anda akan bersih kembali.
Tips Mengilapkan Lantai
Ingin lantai anda licin dan mengkilap? Ikuti cara berikut ini. Sediakan seember air hangat, tambahkan cairan pembersih lantai. Air hangat membuat lantai menjadi lebih memudahkan kita mengepel karena
menghilangkan noda, lantai pun jadi bersih, licin, dan mengilap.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar